Sunday, June 1, 2014

Mobil, Matic Vs Manual

Mobil matic dan mobil manual? mungkin pecinta otomotif ingin mengulas lagi tentang sistem transmisi mobil jaman sekarang, ya jika dahulu kita mengenal mobil dengan sistem transmisi (perpindahan gigi) dilakukan secara manual
menggunakan pedal kopling dan tuas kopling maka pada 20 tahun terakhir sistem perpindahan gigi (gear box) pada mobil telah diperbarui dengan adanya sistem transmisi otomatis atau dikenal dengan mobil matic.
Teknologi transmisi otomatis pada mobil matic telah banyak berkembang sejak 20 tahun terakhir, paling 
tidak kita mengenal 3 jenis transmisi matic yang ada sampai saat ini dimana teknologi terbaru kita kenal dengan transmisi matic Double Clutch Gearbox, terlebih dahulu kita akan bahas jenis-jenis transmisi matic:

  1. Transmisi Semi Otomatis, sistem transmisi ini tidak menggunakan pedal kopling, meskipun posisi gigi masih dipindahkan secara manual akan tetapi pengemudi tidak perlu menginjak pedal kopling
  2. Transmisi Otomatis, sistem transmisi ini masih termasuk dalam transmisi otomatis konvensional. Sistem transmisi ini menggunakan 3 bagian penting yakni Torque Converter, planetary gear unit dan hydraulic control unit. Pada sistem transmisi ini semua komponen transmisi masuk dalam cairan/ fluida (oli) yang dikenal dengan ATF (Automatic Transmission Fluid), mobil yang menggunakan transmisi otomatis fluida ini biasanya dapat dilihat dari tuas transmisi yang menggunakan tombol OD (yakni tombol pengunci untuk memindahkan posisi tuas transmisi dari posisi "P" atau parkir).
  3. Transmisi Otomatis Elektronik (Triptonic), banyak dipakai pada mobil mewah seperti BMW dan Mercedes. Sistem transmisi ini sebenarnya hampir sama dengan No. 2 akan tetapi pengemudi bisa memindahkan gigi menggunakan tuas transmisi (tuas kopling), pengemudi masih memiliki pilihan untuk memindahkan gigi, yah paling tidak jika pengemudi menginginkan gigi berpindah bisa dilakukan pada mobil yang menggunakan sistem transmisi otomatis elektronic ini
  4. Continously Vatiable Transmission (CVT), sistem transmisi ini tidak memakai gigi sehingga terkesan halus dalam perpindahan gigi (karena memang tidak ada perpindahan gigi) akan tetapi hanya menggunakan rasio belt saja. Sistem transmisi CVT ini memiliki respons yang sangat kurang karena hanya memiliki 1 gigi saja, untuk akselerasi masih kalah jauh dengan transmisi otomatis biasa
  5. Sequential Manual, sistem transmisi ini bisa dioperasionalkan dengan cara manual akan tetapi memiliki mode auto yang menggunakan komputer dalam mengontrol perpindahan gigi, mobil yang menggunakan transmisi ini memiliki tuas transmisi dibalik lingkar kemudi akan tetapi tidak memiliki pedal kopling. Akselerasi mobil dengan sistem transmisi ini sangat baik bahkan lebih responsif dari transmisi manual yang dikemudikan pembalap, akan tetapi sistem transmisi sequential manual ini sering malah terlalu responsif hingga menghentak dan kurang nyaman bagi pengemudi. Sistem transmisi model ini banyak digunakan pada mobil-mobil balap seperti mobil F1 atau mobil sport besutan pabrikan besar seperti BMW, lamborghini, Ferari, dll. Sistem transmisi ini mulai ditinggalkan karena dianggap tidak nyaman
  6. Double Clutch Gearbox. Sistem transmisi ini adalah yang terbaru hingga saat ini, sistem transmisi ini sama dengan sequential manual akan tetapi memiliki 2 tuas kopling yang keduanya diatur oleh komputer sehingga memungkinkan perpindahan gigi menjadi sangat halus bahkan tak terasa (lebih halus dari transmisi otomatis) akan tetapi memiliki performa atau akselerasi lebih baik daripada mobil dengan transmisi manual.

Mobil matic di indonesia kebanyakan memakai no.1 (semi otomatis) sampai no 4 (CVT), sedangkan untuk no 5 dan 6 mobil di Indonesia masih belum menggunakan ini. Di bawah ini adalah beberapa kelebihan dan kekurangan mobil matic dibanding mobil manual.

Kelebihan Mobil Matic

  • Praktis dikendarai, lebih mudah, lebih nyaman, tidak cepat lelah dan menyenangkan
  • Dapat diandalkan untuk jalanan macet seperti kota jakarta dan surabaya atau kota besar lainnya
  • Purna jual rata-rata lebih baik

Kekurangan Mobil Matic

  • Perawatan tidak boleh telat, harus ekstra (jika terjadi kerusakan habis biaya banyak)
  • Lebih sering ganti oli transmisi
  • Lebih boros bahan bakar, meskipun untuk pemakaian yang konstan (ideal) konsumsi BBMnya relatif sama dengan manual
  • Akselerasi masih kurang apalagi untuk jalan tanjakan
  • Tidak memiliki engine brake sehingga harus hati-hati menggunakan rem saat melalui track turunan yang cukup panjang yang mana kadang-kadang rem bisa kehilangan daya cengkram idealnya jika digunakan terus menerus (peningkatan suhu dan pemuaian cakram)
  • Teknisi masih sedikit yang paham tentang mobil ini
  • Harga beli mobil yang lebih mahal


Kelebihan Mobil Manual

  • Akselerasi lebih baik
  • Lebih sesuai dengan kebutuhan atau keinginan pengemudi
  • Lebih irit
  • Biaya perawatan dan perbaikan lebih sedikit


Kekurangan Mobil Manual

  • Lebih sulit dalam mengemudikan mobil manual (karena konsentrasi terpecah pada pedal gas dan rem atau juga dengan tuas transmisi)
  • Lebih cepat lelah mengemudikan mobil tipe ini
  • Kurang nyaman, kecuali memang orang-orang tertentu yang menginginkan sensasi hentakan mobil seperti offroader atau hoby mobil lain


Meskipun terlihat di atas bahwa mobil matic memiliki banyak kekurangan akan tetapi faktor kemudahan mengemudi, kenyamanan, kepraktisan mobil matic memiliki poin (bobot) yang besar di mata konsumen sehingga kebanyakan konsumen lebih menyukai mobil transmisi matic.

Sumber : http://www.mobilku.org/2013/04/mobil-matic-dibandingkan-manual.html

Motor Pilihan Tepat Menembus Kemacetan

Dikota-kota besar kemacetan sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Tersendatnya atau bahkan Terhentinya lalu lintas yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan. Merupakan peyebab utama kemacetan yang terjadi di kota-kota besar, terutamanya yang tidak mempunyai transportasi publik yang baik atau memadai ataupun juga tidak seimbangnya kebutuhan jalan dengan kepadatan penduduk, seperti di Jakarta. Kemacetan lalu lintas menjadi permasalahan sehari-hari di Jakarta, Surabaya, Bandung, Medan, Semarang, Makassar, Palembang, Denpasar, Jogjakarta, dan kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Untuk dapat melakukan aktivitas yang membutuhkan kita berada disuatu tempat dengan toleransi waktu perjalanan yang kecil, dibutuhkan sarana transportasi yang dapat diandalkan. Motor merupakan pilihan paling tepat dalam menembus kemacetan yang dialami kota-kota besar.

Kemampuannya dalam menembus kemacetan disebabkan oleh ukuran fisik dari motor itu sendiri. Dalam menempuh suatu jarak konsumsi bahan bakar juga menjadi faktor memilih motor sebagai sarana transportasi yang baik.

Sebagai sarana transportasi yang baik, motor juga memiliki kekurangan antara lain : kapasitas daya angkut yang terbatas, waktu perjalanan dipengaruhi oleh cuaca. Dilokasi - lokasi tertentu, parkir motor ditempatkan pada jarak yang jauh, terutama di daerah perkotaan.

Listrik Stabil, Perangkat Aman

Semua perangkat elektronik akan membutuhkan Listrik, listrik itu sendiri terdiri dari Voltase dan Watt (diluar media penghantar listrik).
Ada keterkaitan erat antara Voltase dan Watt. Istilah voltase dapat diartikan sebagai tenaga / kekuatan menarik. Sedangkan Watt, disebut sebagai beban / berat sebuah benda. Jadi jika ingin di andaikan voltase dianalogikan sebagai bentangan seutas tali dimana terdapat kekuatan menarik di kedua ujungnya, maka Watt adalah benda yang berada di atas dan membebani tali tersebut.

Seberapa rendah posisi turunnya benda di atas tali, itulah yang dihitung sebagai berkurangnya jumlah Watt akibat penurunan voltase. Dan seberapa tinggi posisi benda terlempar di atas tali, itulah yang dihitung sebagai bertambahnya jumlah Watt akibat kenaikan voltase. Kira-kira seperti itulah gambaran sederhana bagaimana pergerakan voltase dapat merubah jumlah besaran Watt.

Toleransi dari unit perangkat elektronik berbeda-beda, kemampuan bertahan satu perangkat elektronik disebabkan oleh kualitas dan umur fisik perangkat. Perangkat dengan fisik berkualitas rendah akan memiliki toleransi daya tahan yang rendah juga. Kondisi yang sama juga akan terjadi pada pendeknya umur fisik perangkat. Walau pun berkualitas bagus, perangkat akan rusak dengan sendirinya setelah akumulasi waktu pemakaian telah tercapai. Dinamika pergerakan voltase sekecil apapun, baik kenaikan atau penurunan, akan berpengaruh menambah akumulasi pemakaian dan (otomatis) mengurangi umur fisik perangkat elektronik akibat ekstra kerja yang disebabkan penerimaan daya yang tidak seharusnya.

Kondisi ketidakstabilan ini hanya dapat di-netral-kan dengan cara menstabilkan voltase sebelum daya dialirkan ke dalam perangkat. Cara yang efektif menginstall unit stabilizer dalam rumah. Tidak menjadi masalah rendahnya kualitas dari produk perangkat yang dibeli, tetap dapat beroperasional dengan baik dan berumur relatif lebih lama dibandingkan sebelum kondisi voltase distabilkan. Penyebab ketidakstabilan voltase berasal dari aliran listrik yang oleh PLN. Namun, ada juga penyebab lainnya, yaitu instalasi jaringan kabel listrik di dalam rumah yang tidak benar. Permasalahan sebenarnya adalah kita tidak pernah mengetahui bagaimana perilaku listrik di dalam rumah. Sebaik apapun instalasi jaringan kabel yang kita buat, tetap tidak akan menjadikan kita bisa memprediksi perilaku listrik yang beredar di dalamnya. 

Fokus yang ingin ditekankan bukan sekedar besarnya nilai kenaikan voltase yang dapat ditoleransi, tapi berapa lama waktu berlangsungnya kenaikan voltase saat berada diluar kondisi normal. Bagaimanapun juga, tetap dibutuhkan keberadaan stabilizer untuk membuat kualitas pasokan daya ke dalam rumah menjadi lebih baik dan aman untuk digunakan. Keadaan tanpa stabilizer lebih banyak efek merugikan daripada menguntungkan. Namun, terlepas dari kondisi dan alasan apa pun, voltase listrik dalam keadaan stabil merupakan hal yang memang sudah seharusnya dipenuhi pada instalasi listrik terpasang di rumah.

Semoga bermanfaat…!

Pilihan saya ASUS A46CB WX023D

Penulis ingin sedikit berbagi pengalaman tentang laptop ASUS A46CB yang baru saja di beli, seri yang saya dapat adalah core i3. Perbedaan yang paling menonjol dari seri terdahulunya adalah VGA

PERBEDAAN MENDASAR :
Seri terdahulu (46 CM) VGA-nya Ge Force 635M 2 Gb
Seri 46 CB VGA-nya naik level jadi Ge Force 740M 2 Gb

Kelebihannya :
1. VGA Card A46CB lebih baik dari pendahulunya (A46CM).
2. Body slim.
3. Sangat mumpuni untuk aplikasi game 3D dan buat desain.
4. Harga tergolong murah untuk untuk dapat menjalani game-game mid-level.
5. Dengan body yang tergolong slim, tipe ini ada DVD-RW memudahkan untuk instal ulang dadakan

Kekurangan :
1. Driver CD bawaan gak compatible semua sama Win7, karena memang dibuat untuk Win8.
2. Baterai daya tahannya 2 jam lebih dikit.

Saran :
3. Karena ada 2 soket RAM, lebih baik mengupgrade RAM jadi 8GB.

Demikian sekilas tentang Laptop pilihan penulis

Tips Membuat Hasil Foto Menjadi Lebih Baik

Setiap orang yang mengenal kamera, selalu berusaha untuk membuat foto yang lebih baik setiap kali memotret. Berikut beberapa tips dan tricks untuk segera bisa memperbaiki hasil jepretan anda:

1. Mengkomposisikan subjek (rule of thirds).
Komposisi merupakan hal dasar tentang bagaimana kita menempatkan subjek foto pada bidang foto dibandingkan dengan elemen lain pada foto. Bagi sebagian pemula subjek foto sering diposisikan pada bagian tengah foto. Sekarang coba sesuatu yang berbeda dengan tidak meletakkannya ditengah. Langkah awal dengan membuat garis imajiner yang membagi bidang foto menjadi tiga bagian kearah vertikal maupun horisontal. Pada beberapa DSLR, anda tinggal aktifkan fasilitas grid, sehingga akan muncul garis-garis pada viewfinder. Kemudian letakkan subjek foto anda pada sepertiga bagian luar tersebut, bisa dimana saja asal jangan di bagian tengah. Penempatan subjek foto dalam posisi ini akan menguatkan kesan dinamis sebuah foto, cara ini lebih dikenal dengan istilah rule of thirds.

2. Posisi tinggi kamera terhadap mata subjek (eye level).
Posisi tinggi kamera terhadap subjek yang difoto yaitu bisa lebih tinggi, sejajar, atau lebih rendah. Karena enggan kadang kita terus memotret subjek dalam posisi setinggi kita berdiri. Sekarang coba anda yang harus mengikuti tinggi subjek yang difoto. Jika memotret anak-anak coba ambil posisi jongkok sehingga kamera setinggi pandangan mata (eye level) anak tersebut. Pada pemotretan bayi atau jenis satwa tertentu barangkali anda perlu posisi yang bahkan lebih rendah lagi, dengan tiarap ditanah misalnya. Teknik ini banyak membantu untuk menghasilkan foto yang lebih baik pada pemotretan manusia, satwa, dsb.

3. Sudut pengambilan gambar (angle of view).
Jangan terpaku terus mengambil gambar dengan posisi setinggi kita berdiri. Cobalah bereksperimen dengan mengambil sudut pengambilan gambar yang berbeda. Dari sudut pengambilan gambar yang lebih rendah (low angle) ataupun dari sudut yang lebih tinggi (high angle). Cari tempat yang memungkinkan anda dalam posisi yang lebih tinggi atau rendah. Contohnya anda bisa berbaring di lantai untuk sudut memotret yang lebih rendah atau menggunakan kursi dan tangga, untuk sudut pemotretan yang lebih tinggi. Dengan variasi sudut pengambilan gambar, anda mempunyai lebih banyak pilihan dan bisa menentukan foto yang terbaik diantaranya.

4. Format pengambilan gambar (vertical/ horizontal)
Jika sebagian besar foto akan berhasil baik dengan format horisontal (landscape), kenapa kemudian anda tidak mencoba memvariasikan dengan mengambil juga dalam format vertikal (portrait). Hal ini akan memberikan keleluasaan untuk memilih foto nantinya. Banyak hal yang baru akan terpikir ketika kita hendak menyeleksi foto-foto hasil jepretan. Untuk momen yang hanya sekali, sangat sayang kalau anda tidak mempunyai beberapa pilihan, jadi variasikanlah format pengambilan gambar.

5. Mengunci titik fokus (focus lock).
Fasilitas khusus penguncian titik fokus dimiliki oleh sebagian besar DSLR, tapi tidak demikian halnya dengan beberapa jenis kamera saku. Namun demikian penguncian fokus pada semua jenis kamera termasuk kamera saku dapat dilakukan dengan menekan rana/ shutter release setengahnya. Teknik ini berguna ketika titik fokus kamera hanya tersedia ditengah sedang kita tidak ingin menempatkan subjek foto ditengah tapi pada komposisi lain sesuai keinginan. Untuk itu caranya dengan mengunci titik fokus, tekan tombol focus lock atau tekan rana/ shutter release setengahnya kemudian komposisi ulang foto (recompose) sesuai keinginan, setelah pas tekan rana/ shutter release sepenuhnya.

6. Manfaatkan flash.
Flash merupakan kelengkapan kamera yang sering dihindari pemakaiannya oleh beberapa fotografer. Namun dalam beberapa kondisi, flash justru dapat meningkatkan kualitas hasil foto yang dibuat. Misalnya pada pemotretan siang hari dimana pada subjek foto manusia sering timbul bayangan yang menggangu dibawah mata ataupun hidung, dengan flash hal ini dengan mudah dapat diatasi. Teknik ini dikenal dengan istilah fill in flash. Walau peran flash bisa diganti reflector, namun tidak semua orang memiliki dan mau membawa aksesoris tersebut. Berbagai teknik pemakaian flash akan dibicarakan pada tips dan trick yang lain.

7. Lupakan aturan (break the rule).
Fotografi bukanlah matematika, sehingga tidak ada satupun aturan yang absolut. Namun sebelum mencoba melanggar aturan, tentunya anda harus memahami aturan terlebih dulu. Sangat lucu ketika hendak melanggar aturan tapi di saat yang sama tidak tahu aturan apa yang akan dilanggar. Melalui pemahaman yang baik terhadap aturan, foto yang dibuat dengan melanggar aturan akan lebih besar peluangnya menjadi foto yang luar biasa. Jadi cobalah bereksperimen.

sumber : http://www.andisucirta.com/blog_detail.php?id=107

Hobi yang menghasilkan

Menurut KBBI kata "hobi" diartikan : kegemaran; kesenangan istimewa pada waktu senggang, bukan pekerjaan utama.

Hobi merupakan suatu hal yang senang kita lakukan, bahkan ada yang mengorbankan banyak dana hanya untuk memenuhi hasrat hobi untuk ketenangan batinnya. Banyak orang berkata, bila ingin sukses, lakukan apa yang kamu senangi. Dari kata - kata tersebut mungkin kita dapat mendefinisikan bahwa hobi juga bisa dijadikan pekerjaan utama.

Jadi kalau kita mau serius mengembangkan hobi kita, tidak menutup kemungkinan hobi tersebut dapat menjadi sumber pemasukan kita juga, bahkan ada yang hobinya mendatangkan pemasukan yang cukup besar.

Beberapa contoh hobi yang cukup mendatangkan banyak pemasukan :
  1. Menulis di Blog, jika kita suka untuk menulis diblog kita. Tidak menutup kemungkinan ada pihak - pihak yang ingin memasang iklan pada blog kita.
  2. Photografi, kita dapat menghasilkan uang dari : menawarkan jasa sebagai fotografer, jual - beli peralatan fotografi.
  3. Olahraga, jam terbang yang tinggi menjadikan kita semakin menguasai suatu bidang olah raga. tidak menutup kemungkinan untuk kita menjadikan bidang olahrega tersebut sebagai pekerjaan.
dan masih banyak lagi hobi-hobi yang dapat dijadikan sumber pemasukan kita.

Thursday, May 1, 2014

Tugas 3 : Contoh Tulisan Ilmiah


BAB I

PENDAHULUAN

1.1.LATAR BELAKANG
Sangat ironis memang bahwa manusia sangat memperhatikan keseimbangan alam akibat proses pembakaran bahan bakar oleh industri yang mengeluarkan polusi, tetapi dilain pihak orang-orang dengan sengaja mengalirkan gas produksi pembakaran rokok ke paru-paru mereka.

Kebiasaan merokok telah menjadi budaya diberbagai bangsa di belahan dunia. Mayoritas perokok diseluruh dunia ini, 47 persen adalah populasi pria sedangkan 12 persen adalah populasi wanita dengan berbagai kategori umur. Latar belakang merokok beraneka ragam, di kalangan remaja dan dewasa pria adalah faktor gengsi dan agar disebut jagoan, malahan ada salah satu pepatah menarik yang digunakan sebagai pembenar atas kebiasaan merokok yaitu `ada ayam jago diatas genteng, ngga merokok ngga ganteng`. Sedangkan kalangan orang tua, stres dan karena ketagihan adalah faktor penyebab keinginan untuk merokok.

Berbagai alasan dan faktor penyebab untuk merokok diatas biasanya kalah seandainya beradu argumen dengan pakar yang ahli tentang potensi berbahaya atas apa ditimbulkan dari kebiasaan merokok baik bagi dirinya sendiri, orang lain dan lingkungan. Harus diakui banyak perokok yang mengatakan bahwa merokok itu tidak enak tetapi dari sekian banyak pamflet, selebaran, kampanye anti rokok, sampai ke bungkus rokoknya diberi peringatan akan bahaya kesehatan dari rokok, tetap tak bisa mengubris secara massal berkurangnya kebiasaan merokok dan jumlah perokok

1.2.RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang yang telah kami uraikan maka masalah yang akan kami bahas:
1. Apa dampak dari merokok?
2. Zat apa yang terkandung di dalam dan yang paling berbahaya?
3. Upaya apa yang dilakukan bagi perokok di sekolah?
4. Apa aktor penyebab perilaku merokok pada remaja?

1.3.TUJUAN PENELITIAN
-Untuk mengetahui Bahaya merokok.
-Untuk mengetahui faktor – faktor penyebab perilaku merokok pada remaja.
-Untuk mengetahui apa itu rokok.

1.4.METODE PENELITIAN
Metode yang kami gunakan adalah:
-Deskriptif
-Kajian pustaka dilakukan dengan mencari literatur di internet da buku – buku panduan

1.5.SISTEMATIKA PENULISAN
BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang Masalah
1.2.Perumusan Masalah
1.3.Tujuan Penelitian
1.4.Metode Penelitian
1.5.Sistematika penulisan

BAB II
KERANGKA TEORI
2.1.Pengertian Rokok
2.2.Dampak dari merokok
2.3.Faktor penyebab merokok pada remaja
2.4.Upaya mengatasi rokok

BAB III
ZAT YANG TERKANDUNG DALAM ROKOK
3.1.Rokok dan Reaksi Kimia (Pembakaran)
3.2.Reaksi pembakaran rokok
3.3.Rokok dan proses penguapan uap air dan nikotin
3.4.Tar dan Asap Rokok
3.5.Gas CO (Karbon Mono Oksida)
3.6.Nikotin dan kerja nikotin

BAB IV
PENUTUP
4.1.Kesimpulan
4.2.Saran

BAB II

KERANGKA TEORI

2.1. Pengertian Rokok
Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lain.
Ada dua jenis rokok, rokok yang berfilter dan tidak berfilter. Filter pada rokok terbuat dari bahan busa serabut sintetis yang berfungsi menyaring nikotin.
Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paru atau serangan jantung(walapun pada kenyataanya itu hanya tinggal hiasan, jarang sekali dipatuhi).
Manusia di dunia yang merokok untuk pertama kalinya adalah suku bangsa Indian di Amerika, untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh. Pada abad 16, Ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika, sebagian dari para penjelajah Eropa itu ikut mencoba-coba menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke Eropa. Kemudian kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual, di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan semata-mata. Abad 17 para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itu kebiasaan merokok mulai masuk negara-negara Islam.
Rokok adalah benda beracun yang memberi efek santai dan sugesti merasa lebih jantan. Di balik kegunaan atau manfaat rokok yang secuil itu terkandung bahaya yang sangat besar bagi orang yang merokok maupun orang di sekitar perokok yang bukan perokok.

2.2. Dampak dari merokok
Sebagaimana kita ketahui di dalam asap sebatang rokok yang dihisap oleh perokok, tidak kurang dari 4000 zat kimia beracun. Zat kimia yang dikeluarkan ini terdiri dari komponen gas (85 persen) dan partikel. Nikotin, gas karbonmonoksida, nitrogen oksida, hidrogen sianida, amoniak, akrolein, asetilen, benzaldehid, urethan, benzen, methanol, kumarin, 4-etilkatekol,ortokresoldan perylene adalah sebaian dari beribu – ribu zat di dalam rokok.
Jumlah kematian dan klaim perokok Menurut penelitian Organisasi Kesehatan dunia (WHO), setiap satu jam, tembakau rokok membunuh 560 orang diseluruh dunia. Kalau dihitung satu tahun terdapat 4,9 juta kematian didunia yang disebabkan oleh tembakau rokok. Kematian tersebut tidak terlepas dari 3800 zat kimia, yang sebagian besar merupakan racun dan karsinogen (zat pemicu kanker), selain itu juga asap dari rokok memiliki benzopyrene yaitu partikel-partikel karbon yang halus yang dihasilkan akibat pembakaran tidak sempurna arang, minyak, kayu atau bahan bakar lainnya yang merupakan penyebab langsung mutasi gen. Hal ini berbanding terbalik dengan sifat output rokok sendiri terhadap manusia yang bersifat abstrak serta berbeda dengan makanan dan minuman yang bersifat nyata dalam tubuh dan dapat diukur secara kuantitatif.
Selain mengklaim mendapatkan kenikmatan dari output rokok, perokok juga mengklaim bahwa rokok dapat meningkatan ketekunan bekerja, meningkatkan produktivitas dan lain-lain. Tetapi klaim ini sulit untuk dibuktikan karena adanya nilai abstrak yang terlibat dalam output merokok. Para ahli malah memperkirakan bahwa rokok tidak ada hubunganya dengan klaim-klaim di atas. Malah terjadi sebaliknya, menurunnya produktiviats seseorang karena merokok akibat terbaginya waktu bekerja dan merokok. Selain itu berdasarkan penelitian terbaru menyatakan bahwa merokok dapat menurunkan IQ. (dari berbagai sumber)
Bahaya bagi tubuh yaitu bisa mengakibatkan kanker, paru-paru, impotensi dan gangguan pada janin, sedangkan bahaya bagi lingkungan dapat menimbulkan polusi udara yang ditimbulkan dari asap rokok yang dihisap.
Sebenarnya yang paling berbahaya diantara perokok pasif dan perokok aktif, perokok pasif lah yang berbahaya sebab perokok pasif menghisap asap rokok yang paling banyak. Rokok juga selain berbahaya juga bisa mematikan dan akan menimbulkan kecanduan kepada pemakainya.
Merokok bagi orang dewasa bisa berbahaya apalagi bagi anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah. Oleh Karena itu, merokok dilarang di sekolah maupun di luar sekolah.
Akibat negatif dari rokok, sesungguhnya sudah mulai terasa pada waktu orang baru mulai menghisap rokok. Dalam asap rokok yang membara karena diisap, tembakau terbakar kurang sempurna sehingga menghasilkan CO (karbon mono oksida), yang disamping asapnya sendiri, tar dan nikotine (yang terjadi juga dari pembakaran tembakau tersebut) dihirup masuk ke dalam jalan napas.

CO, Tar, dan Nikotin tersebut berpengaruh terhadap syaraf yang menyebabkan :

Gelisah, tangan gemetar (tremor)
Cita rasa / selera makan berkurang
Ibu-ibu hamil yang suka merokok dapat kemungkinan keguguran kandungannya.

2.3. Faktor penyebab merokok pada remaja
Ada beberapa faktor yang mendorong remaja untuk merokok, di antaranya:
1. Faktor orangtua dan keluarga
Salah satu temuan tentang remaja perokok adalah bahwa anak-anak muda yang berasal dari rumah tangga yang tidak bahagia, dimana orang tua tidak begitu memperhatikan anak-anaknya dan memberikan hukuman fisik yang keras lebih mudah untuk menjadi perokok dibanding anak-anak muda yang berasal dari lingkungan rumah tangga yang bahagia (Baer & Corado dalam Atkinson, Pengantar psikologi, 1999:294).
Selain itu, anak-anak yang mempunyai orang tua perokok, lebih rentan untuk terpengaruh dan mencontoh orang tuanya.

2. Temanku merokok
Banyak fakta membuktikan bahwa remaja perokok, kemungkinan besar teman-temannya juga perokok, dan sebaliknya. Diantara remaja perokok terdapat 87% mempunyai sekurang-kurangnya satu atau lebih sahabat yang perokok begitu pula dengan remaja non perokok (Al Bachri, 1991).

3. Pribadiku
Ada yang mencoba merokok hanya karena alasan ingin tahu. Mungkin juga karena ingin mengobati rasa sakit fisik maupun jiwa, mengusir bosan. Selain alasan tersebut, konformitas sosial juga menjadi pemicu. Orang yang memiliki skor tinggi pada tes konformitas sosial lebih mudah menjadi pengguna dibandingkan dengan mereka yang memiliki skor yang rendah (Atkinson, 1999).

4. Iklan rokok ternyata…
Iklan-iklan di berbagai media yang memberikan gambaran bahwa perokok adalah lambang keglamouran, cowok banget, memicu remaja untuk ikut berperilaku seperti itu.
Nah, jika kamu sudah terperangkap dalam status perokok saat ini, tenang saja. Ada berbagai upaya pencegahan jika kamu ingin berubah.

2.4. Upaya mengatasi rokok
Merokok di sekolah yang dilakukan siswa kini semakin banyak, itu dikarenakan siswa yang satu mengajak siswa yang lainnya atau dikarenakan oleh faktor pergaulan. Oleh karena itu para guru lebih ketat lagi dalam melakukan pengawasan dengan mengelilingi tempat-tempat yang sering dijadikan tempat merokok.
Selain itu juga melakukan peringatan yang lebih tegas lagi agar para pelanggar khususnya perokok jera dan tidak melakukan hal tersebut lagi baik di sekolah maupun di luar sekolah.

Jika karena kecanduan, maka tips yang harus dilakukan adalah:
Pikirkanlah hal-hal yang menyenangkan yang akan terjadi pada tubuh ketika masa krisis karena berhenti merokok (biasanya 1,5 sampai 2 minggu)

Minumlah banyak air putih, makan banyak sayur dan buah-buahan setiap kali timbul keinginan untuk merokok

Berbicara atau berkomunikasilah dengan orang lain dan tetaplah menyibukkan diri

Berolahraga yang menyennagkan dan disukai secara teratur dan terukur

Pijatlah daerah punggung dan leher, lalu tariklah napas dalam-dalam.

Jika karena ketergantungan, maka putuskan semua hubungan antara rokok dan kebiasaan-kebiasaan yang sering dilakukan dengan tips berikut ini:
Jika ingin merasakan rokok di tangan, bermainlah dengan barang-barang lain seperti pensil, pena, atau membaca buku

Jika ada keinginan untuk menyalakan rokok, jauhkan rokok dari jangkauan dan buanglah korek api

Jika biasa merokok sesudah makan, segeralah bangkit dari duduk setelah makan, gosok gihi dan pergilah berjalan atau lakukan kegiatan yang membuat lupa pada rokok

Jika merokok disertai dengan minum kopi, maka ganilah kopi dengan jus buah dll

Jika merokok untuk menenangkan diri, maka cobalah untuk mengingat bahaya merokok dapat mengakibatkan penyakit jantung, paru-paru, kanker, stroke, keguguran, dll.

Berikut ini beberapa tips yang perlu diperhatikan:
Tanyalah pada diri sendiri, apakah ada teman, saudara, atau tetangga yang menderita salah satu penyakit di atas. Bayangkan jika penyakit tersebut menyerang diri kita sendiri.

Jika keinginan untuk merokok sangat kuat, lakukanlah olahraga ringan seperti berjalan-jalan atau lakukan kegiatan yang menjadi kegemaran atau hobi Anda.

Jika berpikir bahwa merokok dapat membuat kita menjadi tenang atau nyaman, maka katakanlah dan akuilah secara jujur bahwa rokok tidak mungkin bisa mengatasi masalah yang ada.

Untuk mengatasi masalah ini, perlu melibatkan keluarga, teman, dan saudara untuk membantu mengalihkan perhatian dari rokok.

Jika ingin berhenti merokok harus menetapkan tindakan yang akan dipilih atau perilaku apa yang paling mudah diubah berkaitan dengan situasi merokok.

Buatlah pernyataan untuk berhenti merokok, kemudian bacalah pernyataan tentang niat berhenti merokok di depan teman atau saudara atau anggota keluarga yang akan menjadi pengingat agar keinginan berhenti merokok tercapai.

BAB III

ZAT YANG TERKANDUNG DALAM ROKOK


3.1. Rokok dan Reaksi Kimia (Pembakaran)
Proses pembakaran rokok tidaklah berbeda dengan proses pembakaran bahan-bahan padat lainnya. Rokok yang terbuat dari daun tembakau kering, kertas dan zat perasa, dapat dibentuk dari unsur Carbon (C), Hidrogen (H), Oksigen (O), Nitrogen (N) dan Sulfur (S) serta unsur-unsur lain yang berjumlah kecil. Rokok secara keseluruhan dapat diformulasikan secara kimia yaitu sebagai (CvHwOtNySzSi).

Dua reaksi yang mungkin terjadi dalam proses merokok

Pertama adalah reaksi rokok dengan oksigen membentuk senyawa-senyawa seperti CO2, H2O, NOx, SOx, dan CO. Reaksi ini disebut reaksi pembakaran yang terjadi pada temperatur tinggi yaitu diatas 800oC. Reaksi ini terjadi pada bagian ujung atau permukaan rokok yang kontak dengan udara.

CvHwOtNySzSi + O2 -> CO2+ NOx+ H2O + SOx + SiO2 (abu) ((pada suhu 800oC))

3.2. Reaksi pembakaran rokok
Reaksi yang kedua adalah reaksi pemecahan struktur kimia rokok menjadi senyawa kimia lainnya. Reaksi ini terjadi akibat pemanasan dan ketiadaan oksigen. Reaksi ini lebih dikenal dengan pirolisa. Pirolisa berlangsung pada temperatur yang lebih rendah dari 800oC. Sehingga rentang terjadinya pirolisa pada bagian dalam rokok berada pada area temperatur 400-800oC. Ciri khas reaksi ini adalah menghasilkan ribuan senyawa kimia yang strukturnya komplek.

CvHwOtNySzSi -> 3000-an senyawa kimia lainnya + panas produk ((pada suhu 400-800oC))
reaksi pirolisa

Walaupun reaksi pirolisa tidak dominan dalam proses merokok, tetapi banyak senyawa yang dihasilkan tergolong pada senyawa kimia yang beracun yang mempunyai kemampuan berdifusi dalam darah. Proses difusi akan berlangsung terus selagi terdapat perbedaan konsentrasi. Tidak perlu disangkal lagi bahwa titik bahaya merokok ada pada pirolisa rokok. Sebenarnya produk pirolisa ini bisa terbakar bila produk melewati temperatur yang tinggi dan cukup akan Oksigen. Hal ini tidak terjadi dalam proses merokok karena proses hirup dan gas produk pada area temperatur 400-800oC langsung mengalir kearah mulut yang bertemperatur sekitar 37oC.

3.3. Rokok dan proses penguapan uap air dan nikotin
Selain reaksi kimia, juga terjadi proses penguapan uap air dan nikotin yang berlangsung pada temperatur antara 100-400oC. Nikotin yang menguap pada daerah temperatur di atas tidak dapat kesempatan untuk melalui temperatur tinggi dan tidak melalui proses pembakaran. Terkondensasinya uap nikotin dalam gas tergantung pada temperatur, konsentrasi uap nikotin dalam gas dan geometri saluran yang dilewati gas.

Pada temperatur dibawah 100oC nikotin sudah mengkondensasi, jadi sebenarnya sebelum gas memasuki mulut, kondensasi nikotin telah terjadi. Berdasarkan keseimbangan, tidak semua nikotin dalam gas terkondensasi sebelum memasuki mulut sehingga nantinya gas yang masuk dalam paru-paru masih mengandung nikotin. Sesampai di paru-paru, nikotin akan mengalami keseimbangan baru, dan akan terjadi kondensasi lagi.


Jadi, ditinjau secara proses pembakaran, proses merokok tidak ada bedanya dengan proses pembakaran kayu di dapur, proses pembakaran minyak tanah di kompor, proses pembakakaran batubara di industri semen, proses pembakaran gas alam di industri pemanas baja dan segala proses pembakaran yang melibatkan bahan bakar dan oksigen. Sangat ironis memang bahwa manusia sangat memperhatikan keseimbangan alam akibat proses pembakaran bahan bakar oleh industri yang mengeluarkan polusi, tetapi dilain pihak orang-orang dengan sengaja mengalirkan gas produksi pembakaran rokok ke paru- paru mereka.


3.4.  Tar dan Asap Rokok
Zat berbahaya ini berupa kotoran pekat yang dapat menyumbat dan mengiritasi paru – paru dan sistem pernafasan, sehingga menyebabkan penyakit bronchitis kronis, emphysema dan dalam beberapa kasus menyebabkan kanker paru – paru ( penyakit maut yang hampir tak dikenal oleh mereka yang bukan perokok ).Racun kimia dalam TAR juga dapat meresap ke dalam aliran darah dan kemudian dikeluarkan di urine.TAR yang tersisa di kantung kemih juga dapat menyebabkan penyakit kanker kantung kemih. Selain itu Tar dapat meresap dalam aliran darah dan mengurangi kemampuan sel – sel darah merah untuk membawa Oksigen ke seluruh tubuh, sehingga sangat besar pengaruhnya terhadap sistem peredaran darah.


Tar dan asap rokok merangsang jalan napas, dan tar tersebut tertimbun disaluran itu yang menyebabkan :
Batuk-batuk atau sesak napas. Tar yang menempel di jalan napas dapat menyebabkan kanker jalan napas, lidah atau bibir.


3.5.  Gas CO (Karbon Mono Oksida)
Gas CO juga berpengaruh negatif terhadap jalan napas dari pembuluh darah. Karbon mono oksida lebih mudah terikat pada hemoglobin daripada oksigen. Oleh sebab itu, darah orang yang kemasukan CO banyak, akan berkurang daya angkutnya bagi oksigen dan orang dapat meninggal dunia karena keracunan karbon mono oksida. Pada seorang perokok tidak akan sampai terjadi keracunan CO, namun pengaruh CO yang dihirup oleh perokok dengan sedikit demi sedikit, dengan lambat namun pasti akan berpengaruh negatif pada jalan napas dan pada pembuluh darah.

3.6. Nikotin dan kerja nikotin
Adalah suatu zat yang dapat membuat kecanduan dan mempengaruhi sistem syaraf, mempercepat detak jantung ( melebihi detak normal ) , sehingga menambah resiko terkena penyakit jantung.Selain itu zat ini paling sering dibicarakan dan diteliti orang, karena dapat meracuni saraf tubuh, meningkatkan tekanan darah, menimbulkan penyempitan pembuluh darah tepi dan menyebabkan ketagihan dan ketergantungan pada pemakainya. Kadar nikotin 4-6 mg yang dihisap oleh orang dewasa setiap hari sudah bisa membuat seseorang ketagihan. Selain itu Nikotin berperan dalam memulai terjadinya penyakit jaringan pendukung gigi karena nikotin dapat diserap oleh jaringan lunak rongga mulut termasuk gusi melalui aliran darah dan perlekatan gusi pada permukaan gigi dan akar. Nikotin dapat ditemukan pada permukaan akar gigi dan hasil metabolitnya yakni kontinin dapat ditemukan pada cairan gusi.

Nikotin merangsang bangkitnya adrenalin hormon dari anak ginjal yang menyebabkan :
- Jantung berdebar-debar
- Meningkatkan tekanan darah serta kadar kolesterol dalam darah, berhubungan erat terjadinya serangan jantung
Saat merokok, nikotin mulai diserap aliran darah dan diteruskan ke otak. Nikotin terikat di reseptor nikotinat antikolinergik 42 di ventral tegmental area (VTA). Nikotin yang terikat di reseptor 42 akan melepaskan dopamin di nucleus accumbens (nAcc). Dopamin itulah yang diyakini menimbulkan perasaan tengan dan nyaman. Tak heran bila perokok akan kembali merokok untuk memperoleh efek nyaman itu.
Bila perokok mulai mengurangi atau berhenti merokok maka asupan nikotin berkurang dan pelepasan dopamin juga berkurang, akibatnya timbul gejala putus obat berupa iritabilitas dan stress.

Hal itu menyebabkan jalan untuk berhenti merokok menjadi sulit karena rasa ketagihan terhadap nikotin. Peran verenicline berfungsi sebagai pemutus rantai adiksi. Biasanya nikotin berikatan dengan reseptor 42, namun nanti yang akan berkaitan dengan reseptor 42 adalah verenicline yang bekerja dengan dua cara. Pertama, verenicline menstimulasi reseptor untuk melepaskan dopami secara pasrial, tujuanya untuk mengurangi gejala putus obat berupa pusing, sulit berkosentrasi atau badmood yang ditimbulkan dari proses berhenti merokok.

Kedua, verenicline menghalangi nikotin yang menempel di reseptor. Jadi bila merokok kembali, nikotin tidak dapat menempel di reseptor, sehingga mengurangi rasa nikmat dari rokok tersebut. = Verenicline dapat diberikan pada perokok dewasa atau minimal usia 18 tahun yang ingin berhenti merokok. Verenicline dapat diberikan pada perokok berat maupun ringan. Dosis awal yang diberikan ringan yang ditingkatkan secara perlahan-lahan. Untuk mencapai kesembuhan berhenti merokok, dibutuhkan waktu selama tiga bulan, baik bagi perokok berat atau ringan.
Efek samping verenicline adalah mual, nyeri kepala, insomnia dan mimpi abnormal. Meski demikian, manfaat yang ditimbulkan dari berhenti merokok jauh lebih besar karena dalam sebatang rokok terkandung lebih dari 4 ribu bahan kimia dan 250 zat karsinogenik.

Bahkan bahan kimia yang ditemukan pada asap tembakau (rokok) seperti aseton, butan, arsenic, cadmium, karbon monoksida dan toluene sama seperti yang ditemukan pada bahan industri. Jadi dapat dibayangkan bukan dampak buruk rokok?

BAB IV

PENUTUP


4.1.   Kesimpulan
     Melihat kenyataan yang ada pada uraian sebelumnya, dapat dikatakan rokok itu lebih banyak dampak negativnya dari pada dampak positifnya. Apabila hal ini dibiakan terus berlangsung, maka akan mengakibatkan permasalahan yang serius pada kesehatan tubuh manusia. Dan seharusnya masyarakat sadar akan bahaya merokok bagi kesehatan tubuh mereka.Namun hal itu masih sulit dilakukan di Indonesia.

4.2. Saran
     Setelah membaca kartulis ini, semoga masyarakat dapat tersadarkan akan bahaya rokok bagi kesehatan mereka dan segera meninggalkan kebiasaan merokoknya, supaya kesehatan mereka tetap terjaga dan nantinya menjadikan tubuh mereka sehat bugar dan terhindar dari penyakit yang mengancam jiwa mereka.

sumber : http://ocha-katacinta.blogspot.com/2012/05/contoh-karya-tulis-ilmiah-tentang.html